Persaudaraan
Berbeda pandangan bukan alasan untuk memutus ikatan. Kami merawat persaudaraan keislaman dan kebangsaan.
Dua puluh tujuh tahun bukan waktu yang singkat. MUIN tumbuh dari percakapan sederhana di surau kampung menjadi gerakan yang menyentuh ratusan ribu kehidupan di seluruh nusantara.
Pada 1998, sekelompok alumni pesantren dan mahasiswa berkumpul di sebuah surau di Bandung. Mereka berbincang tentang satu hal: bagaimana ilmu yang mereka pelajari bisa menjadi manfaat nyata bagi warga sekitar.
Dari pertemuan itu lahir MUIN — sebuah majelis yang menempatkan pendidikan, dakwah, dan kepedulian sosial sebagai satu kesatuan. Bukan sebagai program terpisah, melainkan satu napas yang sama.
Hari ini, MUIN hadir di 34 provinsi melalui 120 cabang, 230 lembaga pendidikan, dan ribuan relawan yang bergerak tanpa perlu sorotan. Prinsipnya tetap sama: mulai dari yang bisa dilakukan, bersama orang-orang terdekat.
Lihat program kamiSetiap tahap lahir dari kebutuhan umat, bukan dari ambisi organisasi.
Didirikan oleh 17 alumni pesantren dan mahasiswa; fokus awal pada pengajian dan bimbingan belajar gratis bagi anak kampung.
Madrasah diniyah dan taman baca dibuka di tiga kecamatan. Program beasiswa santri mulai berjalan dengan 40 penerima pertama.
Cabang menyebar ke 12 provinsi. Divisi kemanusiaan dibentuk dan mulai merespons bencana di berbagai daerah.
Akademi Kader MUIN didirikan. Layanan administrasi dan pelaporan program mulai terdigitalisasi.
Layanan kesehatan menjangkau daerah terpencil; pembelajaran Al-Qur'an hadir dalam format daring untuk generasi muda.
Kami membayangkan umat Islam yang teguh dalam iman, unggul dalam ilmu, mandiri secara ekonomi, dan hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Bukan slogan di dinding, tetapi ukuran yang kami pakai untuk menilai diri sendiri.
Berbeda pandangan bukan alasan untuk memutus ikatan. Kami merawat persaudaraan keislaman dan kebangsaan.
Setiap rupiah dan setiap jam yang dititipkan umat kami pertanggungjawabkan secara terbuka.
Bekerja dengan standar terbaik, bukan sekadar memenuhi syarat. Detail kecil diperhatikan.
Program dirancang dengan data, dijalankan dengan disiplin, dan dievaluasi dengan jujur.
Ukuran keberhasilan bukan jumlah acara, melainkan perubahan yang dirasakan warga.
Pengurus periode 2024–2029. Dipilih melalui musyawarah nasional.
Dosen studi Islam dan penggiat pendidikan komunitas sejak 2001.
Praktisi pendidikan dengan fokus literasi anak dan penguatan madrasah diniyah.
Alumni Kader Muda Angkatan IV, berpengalaman mendampingi komunitas mahasiswa.
Pengajar tahsin dan pengelola kanal dakwah digital MUIN.
Dokter umum yang menginisiasi klinik keliling dan penyuluhan gizi komunitas.
Relawan tanggap bencana dengan pengalaman koordinasi logistik lintas daerah.
MUIN berbadan hukum dan menjalankan tata kelola organisasi yang terbuka. Laporan keuangan tahunan dan laporan program dapat diakses publik.
Bergabunglah sebagai anggota, relawan, atau mitra program. Kami akan membantu Anda menemukan peran yang tepat.